Entri Populer

Minggu, 05 Desember 2010

peran orang tua

Peran orang tua mempunyai posisi penting terhadap pembentukan anak,
seperti pembentukan karakter, sikap, pengetahuan, penalaran dan sebagainya.
Keluarga sebagai ajang sosialisasi dan mempunyai kedudukan multifungsional
sehingga proses pendidikan keluarga sangat berpengaruh bagi anak. Setiap
interaksi dengan anak merupakan kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai
terutama nilai agama karena nilai agama ini merupakan dasar bagi anak dalam
bersikap untuk menjalani kehidupannya dimasa yang akan datang. Permasalahan
dalam penelitian ini adalah bagaimana peran orang tua dalam menanamkan nilainilai
keagamaan kepada anak usia dini dalam keluarga.
Tujuannya penelitian ini adalah untuk mengungkap data mengenai nilai-nilai
keagamaan yang ditanamkan orang tua kepada anak usia dini dalam keluarga,
Untuk mengungkapkan data mengenai cara atau strategi orang tua dalam
menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada anak usia dini. Untuk mengungkapkan
data mengenai hambatan-hambatan yang dihadapi orang tua dalam menanamkan
nilai-nilai keagamaan kepada anak usia dini dalam keluarga.
Landasan teori dalam penelitian ini mengacu pada konsep pendidikan
keluarga, pendidikan anak usia dini dan nilai-nilai keagamaan.
Medidapatkan kesimpulan sebagai berikut: Keluarga
merupakan wahana yang pertama untuk seorang anak dalam memperoleh
keyakinan agama, nilai, moral, pengetahuan dan keterampilan, yang dapat
dijadikan patokan bagi anak dalam berinteraksi dengan lingkungannya.
Pengalaman-pengalaman yang diberikan orang tua kepada anak akan membekas
dalam diri anak sehingga akan menjadi salah satu faktor pembentukan
kepribadian. Nilai-nilai keagamaan yang ditanamkan dalam keluarga yaitu
mengenai ketauhidan, ahlak serta cara-cara hidup yang baik dan cara-cara
beribadah. Cara atau strategi orang tua dalam menanamkan nila-nilai keagamaan
kepada anak usia dini dalam keluarga yaitu dengan berbagai strategi, metode dan
penggunaan media yang menunjang seperti strategi tradisional, Strategi bebas,
Strategi Reflektif, dan Strategi Transinternal. Metode yang dipergunakannya yaitu
metode pembiasaan, nasehat, pengawasan, sanksi dan keteladanan. Hambatanhambatan
yang ditemui orang tua dalam penanaman nilai-nilai keagamaan kepada
anak usia dini yaitu menyangkut faktor internal dan eksternal dalam keluarga itu
sendiri. Seperti kemampuan dalam mendidik anak, kurangnya komunikasi antara
orang tua dan anak, sarana serta lingkungan baik lingkungan keluarga maupun
lingkungan sosial.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar